Damri Ungkap Kondisi Terkini Pasca Kecelakaan Beruntun Di Simpang Ampar

Berita, Daerah315 Dilihat

JEJAKHUKUM.net][

Pontianak –Manajer Operasional Damri, Rizka Maulana, didampingi Asisten Manajer Asih Eko P., mengungkapkan kondisi terkini pascakecelakaan beruntun yang melibatkan dua unit bus Damri dan sebuah truk bermuatan pupuk di Simpang Ampar.

Saat dikonfirmasi sejumlah awak media keterangan tersebut disampaikan di Kantor Damri, Jalan Sultan Hamid II, Tanjung Hilir, Kecamatan Pontianak Timur, Kamis (22 Januari 2026).

Rizka menjelaskan, jumlah penumpang dari dua bus tersebut diperkirakan sekitar 40 orang. Dari jumlah itu, sekitar 25 orang mengalami luka-luka dengan tingkat keparahan berbeda.

“Korban luka berat berjumlah lima orang, terdiri dari tiga penumpang dan dua sopir,” ujarnya.

Sebagian besar korban telah mendapatkan penanganan medis. Dua dari tiga penumpang yang sempat dirawat dijadwalkan dipulangkan pada Jumat, sementara satu penumpang lainnya harus menjalani operasi pada Jumat pukul 15.00 WIB akibat patah tulang di bagian dagu sebelah kanan.

Sementara itu, satu orang sopir bus mengalami luka akibat pecahan kaca di wajah, luka jahitan di jari tangan, serta luka di bagian leher. Kondisinya berangsur membaik dan diperkirakan dapat dipulangkan setelah mendapatkan izin medis.

Terkait operasional armada, bus Damri yang semula dijadwalkan kembali beroperasi pada 2 Februari akan ditarik lebih awal pada Jumat untuk keperluan evaluasi dan penanganan lanjutan.

Rizka menyampaikan, sejak kejadian tersebut Damri telah melakukan berbagai langkah penanganan, mulai dari koordinasi dengan pihak terkait, pelaporan di masing-masing rumah sakit, hingga menurunkan tim pendamping di setiap rumah sakit guna memastikan pelayanan dan perawatan korban berjalan optimal.

Selain itu, Damri juga melakukan evakuasi kendaraan, pengamanan barang milik penumpang, serta penanganan dampak kemacetan lalu lintas yang sempat terjadi akibat kondisi jalan dan cuaca hujan. Bersama pihak terkait dan masyarakat setempat, jalur alternatif akhirnya dapat dimanfaatkan sehingga arus lalu lintas kembali normal.

Mengenai nilai kerugian, Rizka menyebutkan hingga saat ini belum dapat dihitung secara pasti, karena masih dalam proses pendataan serta penanganan oleh pihak asuransi dan mitra terkait.

“Fokus kami saat ini adalah pemantauan dan pengawasan korban, serta memastikan pelayanan rumah sakit dan proses perawatan berjalan dengan baik,” jelasnya.

Berdasarkan data terakhir, tiga orang korban masih menjalani perawatan, sementara dua orang lainnya telah selesai dirawat. Korban yang masih dirawat umumnya mengalami luka di bagian paha sebelah kiri serta luka bakar ringan, dengan kondisi stabil.

Rizka juga menegaskan bahwa seluruh awak bus Damri yang terlibat merupakan pegawai tetap, sehingga tidak akan ada pemutusan hubungan kerja akibat peristiwa tersebut. Apabila terdapat pegawai yang tidak dapat kembali menjalankan tugas semula karena alasan medis, maka akan dilakukan alih fungsi pekerjaan sesuai kemampuan dan kondisi kesehatannya.

Dalam kesempatan itu, pihak Damri turut menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya sopir truk yang terlibat dalam kecelakaan tersebut. Damri menegaskan bahwa peristiwa ini merupakan musibah yang tidak diharapkan, terlebih terjadi menjelang bulan Ramadan.

Ke depan, Damri berkomitmen untuk memperkuat aspek keselamatan dan kesehatan pengemudi, termasuk pemeriksaan fisik dan kesehatan secara rutin sebelum operasional. Pihaknya juga mengapresiasi langkah kepolisian yang telah menangani kejadian ini secara profesional.

“Fokus kami bukan mencari siapa yang salah, melainkan memastikan seluruh korban tertangani dengan baik dan kejadian serupa tidak terulang,” tutup Rizka.