Menguatkan Silaturahmi, Bupati Aep Syaepuloh Santuni Lansia dan Yatim di Desa Kelahiran

Berita, Daerah320 Dilihat

Karawang, JEJAKHUKUM.net – Aep Syaepuloh kembali menunjukkan sisi humanis kepemimpinannya melalui kunjungan emosional ke kampung halaman di Desa Anggadita. Kunjungan tersebut menjadi momen penuh makna, bukan hanya sebagai agenda resmi, tetapi juga sebagai bentuk penghormatan terhadap akar kehidupan yang telah membentuk perjalanan dirinya hingga saat ini.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Aep menyalurkan ratusan paket santunan “Tali Asih” kepada warga lanjut usia (jompo) serta anak-anak yatim. Kegiatan berlangsung dengan khidmat dan sarat nuansa kekeluargaan, mencerminkan kedekatan emosional antara pemimpin daerah dan masyarakatnya.

Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa setiap pencapaian yang diraihnya tidak terlepas dari doa dan dukungan masyarakat, khususnya warga Anggadita. Ia menyebut bahwa kembali ke tanah kelahiran menjadi pengingat penting akan jati diri serta tanggung jawab besar yang kini diembannya sebagai pemimpin daerah.

“Kesuksesan bukan hanya tentang apa yang kita raih, tapi tentang siapa yang tetap kita genggam saat kita sudah sampai. Tanah ini adalah tempat saya berasal, tempat mimpi pertama kali tumbuh di tengah keterbatasan,” ungkapnya dengan penuh haru.

Tidak hanya menyerahkan bantuan, Bupati Aep juga meluangkan waktu berdialog langsung dengan para lansia serta memberikan motivasi kepada anak-anak yatim agar tetap tegar dan memiliki semangat dalam meraih masa depan. Interaksi tersebut semakin memperkuat nilai kebersamaan dan kepedulian sosial yang menjadi esensi kegiatan ini.

Menutup kunjungannya, Bupati Aep memohon doa restu dari masyarakat agar senantiasa diberikan kekuatan dan keistiqomahan dalam menjalankan amanah memimpin Kabupaten Karawang. Ia juga berharap keluarganya senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan.

Penyaluran santunan ini diharapkan tidak hanya mampu meringankan beban kebutuhan sehari-hari para penerima manfaat, tetapi juga menjadi jembatan yang mempererat hubungan antara pemerintah daerah dan masyarakat hingga ke tingkat desa, sekaligus menegaskan bahwa kepemimpinan sejati berakar dari kedekatan dan kepedulian.