BEKASi | JejakHukum.Net – Usai melaksanakan apel upacara wajib Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila (PP) Kota Bekasi dalam merayakan Hari Lahir Pancasila tahun 2026 melalui kegiatan peduli terhadap lingkungan. Aksi penanaman pohon yang dilaksanakan didepan markas MPC Kota Bekasi yang terletak di Jalan Chairil Anwar Nomor 4, Margahayu Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi Provinsi Jawa Barat pada, Senin (01/6/2026) pagi.
Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 akan dilaksanakan pada Senin, 1 Juni 2026. Tahun ini, Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) telah menetapkan tema resmi “Pancasila Pemersatu Bangsa Fondasi Perdamaian Dunia” dengan logo resmi Garuda Pancasila. Ketentuan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Kepala BPIP Nomor 2 Tahun 2026 tentang Pedoman Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026.

Penanaman pohon yang dilakukan secara simbolis oleh Ketua MPC Kota Bekasi, Aries Budiman dengan disaksikan perwakilan pengurus Pusat berupa tanaman produktif berupa jambu biji (kristal) adalah gerakan penghijauan yang sangat bermanfaat, baik untuk pelestarian lingkungan, penyediaan oksigen, maupun ketahanan pangan. Apalagi pohon jenis ini mudah tumbuh di wilayah tropis, cepat berbuah, dan menghasilkan buah yang kaya akan vitamin C.
Liga Sahlan Balaga, selaku perwakilan pengurus Pusat Majelis Pimpinan Nasional (MPN) Pemuda Pancasila mengatakan bahwa pemilihan bibit dan media tanaman menggunakan bibit hasil okulasi (cangkok) hal ini bertujuan agar tanaman lebih cepat berbuah.
“Saat ini tengah ada program mulai dirutinin penghijauan melalui penanaman 1.000 pohon, yang dimulai dari Jawa Barat, DKI Jakarta dan sekitarnya dengan target secara nasional,” tuturnya.
Liga Sahlan juga memaparkan bahwa sebelumnya juga telah dilakukan penanaman bibit unggul disekitaran pinggiran (tanggul) Ciliwung dan Kalimalang. Selain itu pihak MPN sendiri telah menyiapkan pohon siap tanam dengan media tanam berupa campuran tanah, pupuk kandang/atau kompos, dan sekam padi dengan perbandingan yang seimbang.
“Selain telah dipastikan seluruh campuran tersebut gembur dan subur serta dengan tanaman yang siap di distribusikan kepada pengurus wilayah. Di MPC Kota BEKASSi jenis tanaman produktif Jambu Kristal, banyak manfaatnya,” ungkap Sahlan.
Sahlan juga menegaskan terkait targget yang ingin dicapai dalam program penghijauan melalui penanaman pohon adalah langkah strategis untuk memulihkan lingkungan. “Melalui kegiatan penghijauan ini agar lingkungan lebih asri lagi, selain berfungsi menyerap karbon, mencegah erosi, dan mengurangi risiko banjir. Tentunya, keberhasilan program ini sangat bergantung pada pemilihan jenis bibit dan komitmen perawatan jangka panjang. Selain juga salah satunya mungkin untuk memulihkan citra PP di mata masyarakat,” paparnya.
“Program penghijauan ini sudah ada, sebelum-sebelumnya memang sudah berjalan di bantaran-bantaran kali Ciliwung yang rawan-rawan banjir dan longsor itu sudah dilaksanakan dan berjalan dari DKI untuk penanaman pohon ini, maka berlanjut dan sekarang kan momentnya hari lahir Pancasila jadi instruksinya secara nasional,” ujar Liga Sahlan.
Sahlan juga berharap bahwa melalui program aksi penghijauan ini akan terus berlanjut serta berkesinambungan banyak manfaatnya bagi masyarakat.
“Ya harapannya, dengan antusiasme seluruh jajaran dan anggota PP, program penghijauan ini bakal terus berlanjut, bermanfaat bagi orang banyak. Tentunya, melalui aksi penghijauan ini merupakan sebagai bentuk pelestarian lingkungan yang berfungsi untuk memulihkan, memelihara, dan meningkatkan kualitas fungsi lahan menjadi lahan produktif,” pungkasnya.
Sementara itu, Aries Budiman selaku Ketua Pemuda Pancasila MPC Kota Bekasi mengatakan bahwa pernyataan “Pemuda Pancasila mesti Pancasilais” adalah prinsip mutlak. Sebagai garda terdepan bangsa, setiap kader Pemuda Pancasila (PP) dituntut untuk memahami, menghayati, dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam setiap tindakan demi menjaga keutuhan NKRI.
“Kita sangat jelas, bangga bersama kita artinya bahwa kita dilahirkan ini adalah Pancasilais bersama jenderal-jenderal. Seperti halnya tadi saat apel upacara peringatan Hari Lahir Pancasila personel [kita] sampai 3 pleton, paling banyak kita,” kata bang Yes, sapaan akrabnya.
“Selain itu, para kader Pemuda Pancasila memang rutin dan aktif berpartisipasi sebagai peserta delegasi ormas dalam upacara di berbagai wilayah, seperti yang tercatat di Kota Bekasi dan Provinsi Jawa Barat. Secara nasional, estimasi jumlah personel Pemuda Pancasila mencapai jutaan anggota, artinya bahwa Pemuda Pancasila serius meskipun acapkali disebut ‘preman’. Ini bukan preman tapi ‘free man’ kata wakil presiden yang bilang, jadi sebagian orang menyalahkan bahasa-bahasa itu,” tegasnya.
“Apalagi sekarang telah diintruksikan dari pusat (MPN) aksi penanaman 1.000 pohon, selanjutnya kami mulai melaksanakan menanam pohon yakni dengan pohon produktif berfungsi sebagai pertama lingkungan biar adem (antisipasi agar) tidak panas udaranya, yang kedua agar dapat berbuah untuk kita makan (konsumsi) dan bisa kita jadikan uang kalau itu banyak. Sedangkan untuk penanaman pohon dipinggir kali untuk menghindari agar tidak longsor,” paparnya.
Bang Yes juga mengungkapkan bahwa pencanangan penanaman 1.000 pohon tentunya guna mendukung program penghijauan nasional, pelestarian lingkungan, dan mitigasi perubahan iklim.
“Praktek aksi penghijauan ini penting untuk mengatur siklus air, membersihkan udara dari polusi, mencegah bencana alam seperti banjir dan longsor, serta menyediakan keteduhan cuaca guna mengurangi dampak pemanasan global,” tandasnya.(*/dok-Zark/@F.A Al-Aziz)


















