Jakarta, JEJAKHUKUM.net – Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan memberikan taklimat langsung kepada para komandan satuan (dansat) Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam puncak kegiatan Apel Dansat TNI Tahun 2026 yang digelar di Universitas Pertahanan, Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Berdasarkan siaran resmi Sekretariat Presiden di Jakarta, pada (30/4/2026), sejumlah persiapan telah dilakukan menjelang kehadiran Presiden di kampus tersebut. Area menuju auditorium utama telah didekorasi dengan berbagai elemen visual, termasuk lukisan Presiden Prabowo serta potret Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono, yang dipajang di sepanjang jalur kedatangan.
Apel Dansat TNI Tahun 2026 berlangsung secara terpusat di Universitas Pertahanan sejak 29 April 2026 dan diikuti sekitar 1.500 komandan satuan dari tiga matra TNI. Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk menyamakan persepsi serta memperkuat koordinasi lintas sektor dalam mendukung kebijakan nasional, khususnya di bidang pertahanan dan stabilitas negara.
Sejumlah menteri Kabinet Merah Putih turut memberikan pembekalan kepada para peserta apel. Di antaranya Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, serta Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.
Dari unsur TNI, Panglima TNI Agus Subiyanto juga telah memberikan arahan langsung kepada para dansat. Selain itu, Wakil Panglima TNI Tandyo Budi Revita serta Kepala Staf TNI Angkatan Darat Maruli Simanjuntak turut menyampaikan materi strategis terkait kesiapan operasional dan penguatan organisasi TNI.
Tak hanya dari unsur pemerintah dan militer, materi dalam apel ini juga melibatkan sektor industri pertahanan dan industri strategis nasional, di antaranya dari PT Pindad dan PT Agrinas ( BUMN ).
Dalam salah satu sesi pembekalan, Mendagri Tito Karnavian menyoroti pentingnya peran TNI dalam mendukung pengendalian inflasi dan menjaga stabilitas nasional.
Ia menilai TNI memiliki struktur organisasi yang solid hingga ke tingkat daerah, sehingga berperan strategis dalam membantu pemerintah mengantisipasi gejolak ekonomi.
“Inflasi ini sangat perlu diketahui oleh kita semua, apalagi jajaran TNI yang merupakan salah satu pilar utama Indonesia. Tidak banyak instansi vertikal yang memiliki organisasi yang sangat rapi dari pusat hingga ke desa-desa seperti TNI,” ujar Tito.
Menurutnya, inflasi yang terkendali dapat mencegah lonjakan harga bahan pokok serta potensi gangguan sosial. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), termasuk TNI, menjadi faktor kunci dalam menjaga ketahanan nasional.
“Menjaga inflasi adalah bagian dari upaya mempertahankan keberlangsungan bangsa di tengah dinamika politik internasional. Ini adalah soal survival bangsa,” kata Tito
menegaskan.
Melalui apel ini, pemerintah berharap para komandan satuan TNI semakin memahami peran strategisnya tidak hanya dalam aspek pertahanan, tetapi juga dalam mendukung stabilitas ekonomi dan sosial sebagai bagian dari ketahanan nasional . ( Rado nur )













