Di Tangan Sudarma, SMKN 1 Pakisjaya Bertransformasi Menjadi Sekolah yang Lebih Modern, Produktif, dan Berdaya Saing

Berita, Daerah, Nasional107 Dilihat

Karawang, JEJAKHUKUM.net – Kepemimpinan yang visioner, inovatif, dan berorientasi pada solusi menjadi salah satu kunci kemajuan sebuah lembaga pendidikan. Hal tersebut tercermin dari sosok Sudarma, Kepala SMKN 1 Pakisjaya, Kabupaten Karawang, yang dalam kurun waktu sekitar 10 bulan sejak dipercaya memimpin sekolah tersebut mampu menghadirkan berbagai perubahan positif.

Saat pertama kali bertugas di SMKN 1 Pakisjaya, Sudarma menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari keterbatasan fasilitas, pengelolaan lingkungan sekolah, hingga perlunya peningkatan sistem pembelajaran dan budaya produktif. Namun, dengan dedikasi, ketegasan, serta semangat berinovasi, berbagai pembenahan mulai diwujudkan secara bertahap.

Salah satu terobosan yang menjadi perhatian adalah hadirnya Lobby Bank Mini BJB. Sebelum direvitalisasi, lokasi tersebut merupakan area yang kerap tergenang air ketika hujan dan kurang dimanfaatkan secara optimal. Melalui penataan yang terencana, area tersebut kini berubah menjadi ruang Bank Mini yang representatif dengan dukungan dari Bank BJB.

Keberadaan Bank Mini tidak hanya mempercantik wajah sekolah, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran nyata bagi peserta didik, khususnya dalam memahami dunia perbankan, pelayanan administrasi, serta pengelolaan keuangan. Program ini diharapkan mampu meningkatkan kompetensi siswa agar lebih siap menghadapi dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Tak hanya itu, Sudarma juga menggagas program Ketahanan Pangan Sekolah dengan memanfaatkan lahan yang sebelumnya kurang produktif. Area yang dulunya berupa lahan kosong dan terkesan kumuh kini disulap menjadi kolam budidaya ikan lele sebagai bagian dari pengembangan kewirausahaan dan pembelajaran berbasis praktik.

Kolam Ikan Lele (Program Ketahanan Pangan Sekolah)

Menurut Sudarma, optimalisasi aset sekolah menjadi langkah strategis untuk menciptakan lingkungan belajar yang produktif dan bernilai ekonomi.

“SMKN 1 Pakisjaya memiliki lahan sekitar 20.000 meter persegi atau kurang lebih 2 hektare dengan jumlah peserta didik sekitar 700 siswa. Potensi ini harus dimanfaatkan secara maksimal agar tidak hanya melahirkan prestasi akademik, tetapi juga menghadirkan inovasi yang bermanfaat bagi sekolah dan peserta didik, salah satunya melalui program ketahanan pangan,” ujar Sudarma.

Ia menjelaskan, program budidaya lele dirancang sebagai media pembelajaran sekaligus pembentukan jiwa wirausaha bagi siswa.

“Kami memulai dengan pengadaan bibit lele yang kemudian dibudidayakan hingga masa panen. Hasilnya dipasarkan kepada pengepul maupun masyarakat. Program ini bukan semata-mata mengejar nilai ekonomi, melainkan memberikan pengalaman nyata kepada peserta didik mengenai proses produksi, pengelolaan usaha, tanggung jawab, dan kemandirian,” ungkapnya.

Transformasi yang dilakukan dalam waktu relatif singkat menjadi bukti bahwa inovasi tidak selalu bergantung pada besarnya anggaran, melainkan pada komitmen, kepemimpinan, dan kemampuan memanfaatkan potensi yang dimiliki. Berbagai program yang dijalankan kini mulai memberikan dampak positif terhadap lingkungan sekolah, peningkatan kualitas pembelajaran, serta tumbuhnya budaya produktif di kalangan warga sekolah.

Dengan semangat perubahan yang terus dibangun, SMKN 1 Pakisjaya di bawah kepemimpinan Sudarma diharapkan mampu menjadi salah satu sekolah vokasi yang unggul, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta menjadi inspirasi bagi satuan pendidikan lainnya di Kabupaten Karawang.

(Fadhil)